Sebagai konsultan tanah, tugas utama adalah memberikan saran dan pelayanan berkaitan dengan pengelolaan tanah dan properti kepada klien.
Hal-hal yang dilakukan termasuk analisis dan penilaian properti, penyusunan kontrak, dan pemetaan lahan.
Pekerjaan ini juga melibatkan komunikasi dengan pemilik tanah, investor, serta pihak-pihak terkait lainnya dalam proses pengembangan dan pengelolaan tanah.
Profil orang yang cocok untuk tipe pekerjaan Konsultan Tanah adalah seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang hukum dan regulasi terkait tanah, memiliki kemampuan analisis yang baik dalam mengidentifikasi potensi dan risiko proyek, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan klien dan pihak terkait lainnya.
Seorang kandidat juga harus memiliki keterampilan negosiasi yang kuat dan kemampuan memecahkan masalah dengan kreatifitas dalam hal kepemilikan dan penggunaan tanah yang kompleks.
Jika kamu tidak memiliki pengetahuan yang mendalam tentang penggunaan tanah, tidak memiliki kemampuan analisis yang baik, dan tidak mampu bekerja dengan berbagai pihak yang terlibat dalam proses konsultasi, kemungkinan kamu tidak cocok dengan pekerjaan sebagai konsultan tanah.
Miskonsepsi tentang profesi konsultan tanah adalah bahwa tugas utamanya adalah hanya mengukur dan memetakan tanah. Padahal, konsultan tanah juga bertanggung jawab untuk melakukan pengukuran, analisis, dan penilaian terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan peraturan hukum terkait dengan tanah.
Ekspektasi masyarakat terhadap konsultan tanah seringkali berlebihan, dengan menganggap bahwa mereka memiliki keahlian untuk memprediksi secara akurat harga tanah di masa depan. Namun, realitanya, konsultan tanah bekerja berdasarkan data dan informasi yang ada, sehingga tidak dapat memberikan prediksi yang mutlak terkait harga tanah di masa mendatang.
Perbedaan dengan profesi yang mirip, seperti arsitek atau surveyor, terletak pada fokus pekerjaan. Konsultan tanah lebih berfokus pada analisis dan penilaian terhadap tanah dari segi ekonomi, lingkungan, dan hukum, sedangkan arsitek lebih berfokus pada perencanaan dan desain bangunan, dan surveyor lebih berfokus pada pengukuran dan pemetaan lahan secara tepat.