Pekerjaan sebagai peneliti perilaku organisasi melibatkan studi dan analisis terhadap pola dan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku individu maupun kelompok dalam konteks organisasi.
Tugas utama meliputi merancang dan melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat laporan hasil penelitian.
Selain itu, pekerjaan ini juga melibatkan komunikasi dengan berbagai pihak terkait, seperti karyawan, manajemen, dan tim peneliti lainnya, untuk memahami dan mengumpulkan informasi yang relevan dengan penelitian.
Profil orang yang cocok untuk tipe pekerjaan Peneliti perilaku organisasi adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam analisis data, mampu mengumpulkan informasi dengan cermat, dan memiliki minat yang kuat dalam memahami dinamika organisasi.
Sebagai peneliti, mereka juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, objektif, dan dapat bekerja secara mandiri dengan ketekunan dan tekun dalam mencari solusi yang tepat.
Jika kamu tidak suka melakukan analisis mendalam, tidak memiliki ketelitian dalam melakukan pengamatan, dan tidak memiliki minat dalam memahami perilaku manusia di dalam organisasi, maka pekerjaan sebagai peneliti perilaku organisasi mungkin tidak cocok untukmu.
Miskonsepsi tentang profesi Peneliti perilaku organisasi adalah bahwa pekerjaannya hanya mengamati orang di tempat kerja tanpa memberikan kontribusi yang nyata.
Ekspektasi yang mungkin berbeda dengan realita adalah bahwa sebagai Peneliti perilaku organisasi, seringkali harus menghadapi proses penelitian yang kompleks dan memakan waktu yang lama sebelum mendapatkan hasil yang signifikan.
Perbedaan dengan profesi yang mirip, seperti Konsultan Manajemen, adalah bahwa Peneliti perilaku organisasi lebih fokus pada penelitian ilmiah untuk memahami dan menganalisis perilaku individu dan kelompok di tempat kerja, sedangkan Konsultan Manajemen lebih fokus pada memberikan saran dan solusi praktis untuk membantu organisasi mengatasi masalah yang terkait dengan kinerja dan manajemen.