Pekerjaan sebagai ahli fisika keberlanjutan melibatkan penelitian dan pemahaman mendalam mengenai konsep dan teori dalam fisika.
Tugas utama ahli fisika keberlanjutan adalah mengembangkan model dan teori baru yang dapat menjelaskan fenomena fisika yang kompleks, seperti kosmologi dan fisika partikel.
Selain itu, pekerjaan ini juga melibatkan kolaborasi dengan para ilmuwan lainnya untuk menguji dan memvalidasi model dan teori yang dikembangkan, serta menjadi mentor bagi para mahasiswa dan peneliti muda dalam bidang fisika keberlanjutan.
Seorang ahli fisika keberlanjutan yang cocok adalah seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang fisika dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, mereka juga perlu mampu menganalisis data secara kritis dan memiliki keahlian dalam pengembangan solusi yang berkelanjutan.
Jika kamu tidak tertarik atau kurang bersemangat dalam melakukan penelitian ilmiah, kamu mungkin tidak cocok dengan pekerjaan sebagai ahli fisika keberlanjutan.
Miskonsepsi tentang profesi Ahli fisika keberlanjutan adalah anggapan bahwa pekerjaannya hanya melibatkan penelitian teori dan pengembangan inovasi energi terbarukan, padahal sebenarnya mereka juga terlibat dalam implementasi dan pemantauan proyek-proyek berkelanjutan.
Perbedaan antara ekspektasi dan realita dalam profesi Ahli fisika keberlanjutan adalah bahwa banyak yang berharap pekerjaan mereka hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, sementara sebenarnya mereka juga harus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi dalam proyek-proyek berkelanjutan.
Profesi Ahli fisika keberlanjutan berbeda dengan profesi Ahli teknologi energi terbarukan dalam hal tanggung jawab dan fokus kerja. Ahli fisika keberlanjutan lebih fokus pada penelitian dan pemahaman ilmiah tentang energi berkelanjutan secara menyeluruh, sementara Ahli teknologi energi terbarukan lebih fokus pada implementasi teknologi yang sudah dikembangkan untuk memanfaatkan energi terbarukan.