Pekerjaan di bidang desain tambang terbuka melibatkan perencanaan dan perancangan tambang yang dilakukan di wilayah terbuka.
Tugas utama meliputi analisis geologi, penentuan metode penambangan yang sesuai, serta desain infrastruktur dan fasilitas tambang.
Selain itu, pekerjaan ini juga melibatkan pemantauan dan evaluasi operasional tambang, serta pengawasan terhadap aspek keamanan dan lingkungan dalam proses penambangan.
Seseorang yang cocok dengan pekerjaan desain tambang terbuka adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang ilmu penambangan, memiliki kreativitas dalam merancang dan mengoptimalkan desain tambang, serta memiliki kemampuan analisis yang kuat dalam memprediksi efek lingkungan dari desain tersebut.
Selain itu, individu yang cocok untuk pekerjaan ini juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang peraturan dan standar keselamatan tambang, serta kemampuan untuk bekerja dalam tim dan berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak terkait.
Jika kamu tidak memiliki pengetahuan atau minat dalam bidang pertambangan dan tidak tertarik dengan lingkungan yang keras dan berisiko, kemungkinan kamu tidak cocok dengan pekerjaan desain tambang terbuka.
Salah satu miskonsepsi tentang profesi Desain Tambang Terbuka adalah ekspektasi bahwa pekerjaannya hanya sebatas menggambar dan merancang rencana tambang, padahal dalam realita ia juga harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat dampaknya secara langsung.
Banyak yang mengira bahwa profesi Desain Tambang Terbuka mirip dengan pekerjaan arsitek atau desainer grafis, tetapi sebenarnya ada perbedaan signifikan. Desain Tambang Terbuka lebih berfokus pada perencanaan dan pengawasan teknis dalam industri pertambangan.
Miskonsepsi lainnya adalah bahwa profesi Desain Tambang Terbuka tidak berhubungan dengan aspek lingkungan. Padahal, seorang desainer tambang juga bertanggung jawab untuk merancang rencana pemulihan lahan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.