Program pendidikan agama di sekolah bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan kepada siswa.
Tugas utama dalam program ini meliputi pengajaran materi agama, pengembangan keterampilan moral dan etika, serta melibatkan siswa dalam kegiatan keagamaan seperti ibadah dan kegiatan amal.
Selain itu, program pendidikan agama juga melibatkan koordinasi dengan pihak terkait seperti guru agama, orangtua, dan komunitas keagamaan untuk mendukung peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Profil orang yang cocok dengan pekerjaan sebagai pengajar program pendidikan agama di sekolah adalah seseorang yang memiliki pemahaman mendalam tentang agama yang diajarkan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat menginspirasi dan membimbing siswa dengan baik.
Sebagai pengajar program pendidikan agama, seorang kandidat juga harus memiliki sikap yang inklusif, toleran, dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat.
Jika kamu adalah seorang yang tidak memiliki minat ataupun pemahaman yang mendalam dalam bidang agama, kemungkinan kamu akan tidak cocok dengan pekerjaan ini.
Miskonsepsi tentang program pendidikan agama di sekolah adalah bahwa hanya mengajar teori agama tanpa membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Realitanya, program ini juga melibatkan pembinaan sikap, moral, dan etika siswa.
Ekspektasi yang salah tentang program pendidikan agama di sekolah adalah bahwa guru agama hanya bertanggung jawab untuk mengajarkan satu agama tertentu. Padahal, tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang berbagai agama dan mempromosikan pengertian dan toleransi antarumat beragama.
Perbedaan antara program pendidikan agama di sekolah dengan profesi mirip seperti rohaniwan adalah bahwa rohaniwan memiliki tugas khusus dalam memimpin ibadah dan memberikan nasehat spiritual kepada umatnya, sedangkan guru agama bertanggung jawab mengajar dan mendidik siswa mengenai nilai-nilai agama secara umum.