Pekerjaan sebagai seniman performa melibatkan ekspresi artistik melalui pertunjukan fisik, penggunaan objek, dan interaksi dengan penonton.
Tugas utama meliputi persiapan dan perencanaan pertunjukan, termasuk pemilihan konsep, kostum, dan ruang pertunjukan yang sesuai.
Selain itu, pekerjaan ini juga melibatkan latihan fisik dan teknik untuk mempertajam keterampilan seni performatif dan komunikasi yang efektif dengan penonton.
Profil orang yang cocok untuk tipe pekerjaan Seniman Performa adalah seorang yang kreatif, ekspresif, dan berani mengambil risiko dalam menciptakan karya seni yang unik dan berbeda.
Dalam pekerjaan ini, juga diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang beragam dan mampu mengkomunikasikan pesan atau emosi melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah.
Jika kamu tidak nyaman dengan perhatian yang intens terhadap tubuh dan emosi, serta tidak suka tampil di depan publik, kemungkinan kamu tidak cocok dengan menjadi seorang seniman performa.
Miskonsepsi tentang seniman performa adalah bahwa mereka hanya melakukan aksi menarik secara fisik tanpa ada konteks atau makna tertentu, padahal sebenarnya para seniman performa seringkali memiliki konsep yang mendalam dan pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka.
Ekspektasi terhadap seniman performa seringkali mengharapkan tampilan yang dramatis dan spektakuler, namun realitanya, seniman performa juga melakukan proses persiapan yang rumit dan mendalam untuk menciptakan aksi mereka dengan konteks yang kuat.
Perbedaan antara profesi seniman performa dan profesi yang mirip, seperti akrobat atau penari, adalah bahwa seniman performa seringkali lebih fokus pada karya yang mencerminkan ide dan konsep, sedangkan akrobat atau penari lebih fokus pada keahlian teknis dan pengaplikasiannya dalam tampilan visual yang memukau.